Sementara itu, Hana Malasan memaknai cinta tanpa syarat sebagai bentuk memberi tanpa mengharapkan balasan. Ia juga menyoroti bagaimana karakter Naya merefleksikan realitas perempuan yang sering kali dianggap harus selalu kuat.
“Naya mengajarkan kita untuk tidak ragu meminta bantuan. Tidak apa-apa merasa rapuh, karena itu bagian dari menjadi manusia,” ujar Hana.
Dengan tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan pendekatan emosional yang kuat, Kupeluk Kamu Selamanya diharapkan mampu menyentuh hati penonton sekaligus mengajak refleksi tentang arti keluarga dan ketulusan cinta seorang ibu.[*]


