Tertinggal dua set, Bhayangkara Presisi tidak menyerah. Pada set ketiga, mereka mengubah strategi dengan memaksimalkan peran pemain asing. Hasilnya, Bhayangkara unggul cepat 3-0 dan terus menjaga keunggulan.
Meski LavAni sempat membalikkan skor menjadi 4-3, Bhayangkara kembali mengambil alih permainan. Mereka melesat hingga unggul 18-14 dan akhirnya menutup set ketiga dengan kemenangan 25-18.
Set keempat menjadi penentuan sekaligus menyajikan drama tersendiri. Bhayangkara Presisi sempat unggul 10-6 ketika LavAni mendapat pukulan berat setelah Grozer mengalami cedera dan harus ditarik keluar. Absennya pemain andalan tersebut membuat LavAni sempat tertinggal hingga 8-13.
Namun, situasi itu justru memicu semangat juang LavAni. Dipimpin Boy Arnes, mereka perlahan mengejar ketertinggalan hingga menyamakan skor menjadi 14-14. Pertandingan berlangsung menegangkan dengan skor imbang 17-17. Dalam kondisi tekanan tinggi, LavAni menunjukkan ketenangan dan pengalaman.
Memasuki poin-poin krusial, LavAni berhasil unggul 20-19 dan terus menjaga ritme permainan. Mereka akhirnya mencapai match point di angka 24-22 sebelum memastikan kemenangan melalui serangan penentu yang tidak mampu dibendung lawan. Set keempat berakhir 25-22 sekaligus memastikan gelar juara Proliga 2026 bagi LavAni.
Usai pertandingan, pelatih Bhayangkara Presisi, Reidel Toiran, mengakui keunggulan lawan. Ia menilai LavAni tampil lebih baik dan layak meraih kemenangan.
“Saya akui LavAni hari ini bermain sangat baik dan pantas memenangkan pertandingan,” ujarnya.


