Ia menambahkan bahwa sebelumnya sejumlah atlet juga telah mengikuti program latihan bersama di China atas undangan IWUF sebagai bagian dari persiapan.
Di sisi lain, Komjen (Purn) Setyo Wasisto menekankan pentingnya pembinaan jangka panjang dalam olahraga.
Menurutnya, prestasi tidak bisa diraih secara instan, melainkan melalui proses yang berkelanjutan sejak usia dini.
“Wushu bukan olahraga yang bisa instan. Pembinaan harus dimulai dari junior karena mereka adalah cikal bakal atlet senior yang akan mengharumkan nama bangsa,” kata Setyo.
Ia juga mengapresiasi peran orang tua yang telah mendukung anak-anak mereka untuk berprestasi di bidang olahraga, serta kerja sama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pelatih hingga pengurus organisasi.
Keberhasilan Timnas Wushu Junior Indonesia juga tidak terlepas dari kuatnya sistem pembinaan di daerah.
Program berjenjang yang berjalan konsisten di tingkat provinsi dinilai menjadi fondasi utama dalam mencetak atlet berkualitas.
Selain itu, dukungan Dewan Kehormatan PB WI turut berperan dalam menjaga kesinambungan program pembinaan, baik dari sisi moral maupun strategis.
Ke depan, PB WI berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem pembinaan nasional guna memastikan keberlanjutan prestasi dari level junior hingga senior.
Momentum ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan dukungan dari pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan olahraga nasional.
Sebagai informasi, The 10th World Junior Wushu Championships 2026 merupakan ajang resmi tingkat dunia yang diikuti sekitar 70 negara dengan total sekitar 1.500 atlet dan 800 ofisial.


