“Cinta pada budaya dan organisasi adalah kunci agar musik Indonesia terus berkembang sesuai zamannya,” ujar Ayu Soraya.
Finalis yang berkompetisi, seperti Leoni, Melody, Tegar, dan lainnya, berhasil memukau dewan juri yang terdiri dari Aditya Gumay, Dea Mirella, dan Waode Popa (Heni Andraini). Kriteria penilaian meliputi teknik vokal dan performa panggung, yang akhirnya memutuskan para pemenang berikut:
Juara 1: Leoni* (DPC PAPPRI Kepulauan Seribu) – Hadiah: Piala + Medali + Sertifikat + Uang Rp2.500.000
– Juara 2: Siti Nurhayati (DPC PAPPRI Jakarta Timur) – Hadiah: Piala + Medali + Sertifikat + Uang Rp2.000.000
– Juara 3: Tegar (DPC PAPPRI Jakarta Pusat) – Hadiah: Piala + Medali + Sertifikat + Uang Rp1.500.000
– Juara Favorit: Melody (DPC PAPPRI Jakarta Barat) – Hadiah: Piala + Medali + Sertifikat + Uang Rp1.000.000
Henry Ch, Ketua DPC PAPPRI Kepulauan Seribu, mengungkapkan rasa bangga atas prestasi Leoni, terlebih DPC mereka baru saja berdiri pada September 2024
“Ini prestasi luar biasa bagi DPC PAPPRI Kepulauan Seribu yang baru saja terbentuk,” ujar Henry Ch.
Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk perwakilan dari DPP PAPPRI seperti Berto Isa Doko, Johnny W. Maukar, serta pejabat dari Perpustakaan Nasional RI dan Kadis Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta. Sponsor acara, seperti De-hills dan Maxtea, turut mendukung pelestarian seni dan budaya Betawi.
Lomba Lagu Betawi 2024 bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sebagai bentuk nyata kecintaan terhadap warisan budaya Jakarta.


