Bianca, yang kini memperkuat tim Cipta Cendikia, mengaku antusias menyambut liga ini.
“Aku senang sekali akhirnya ada liga khusus putri. Sepak bola itu bukan hanya milik laki-laki. Aku akan berlatih keras agar bisa tampil bagus di liga ini dan bisa masuk timnas,” ucap Bianca.
Hal serupa disampaikan Direktur Teknik Raga Negeri Football Academy, Yopi Riwoe. Menurutnya, kehadiran HYDROPLUS Soccer League sangat penting untuk memberikan pengalaman kompetitif berkelanjutan.
“Liga ini menjadi sarana belajar, baik bagi atlet, pelatih, maupun wasit. Semua elemen sepak bola putri bisa berkembang bersama. Terima kasih kepada sponsor yang sudah mewujudkan impian pecinta sepak bola putri melalui ajang ini,” kata Yopi.
Dengan adanya kompetisi berformat liga, sepak bola putri Indonesia diyakini akan memiliki fondasi yang lebih kuat.
Selain memberi kesempatan bertanding rutin bagi pemain, liga juga menjadi ruang evaluasi bagi pelatih untuk memperbaiki pembinaan teknik dan strategi.
Ke depan, para pihak berharap HYDROPLUS Soccer League mampu mencetak pemain berbakat yang dapat menembus level profesional, baik di klub dalam negeri maupun kompetisi internasional.
Harapan terbesar tentu agar sepak bola putri Indonesia bisa lebih berprestasi di kancah dunia.


