Lihat Langsung Latihan Atlet Cilik, Marciano Prediksi Muncul Bintang Panahan Baru

IMG 20260624 WA0011 1024x1024 1
Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman mengapresiasi pembinaan atlet panahan usia dini di Lawang Archery, Malang, dan menekankan pentingnya peran orang tua dalam mencetak atlet berprestasi internasional. (Foto: KONI)

“Atlet-atlet Indonesia yang berprestasi di tingkat internasional berasal dari jenjang pembinaan yang dimulai sejak usia dini. Karena itu, kualitas pembinaan usia dini sangat penting untuk menghasilkan atlet-atlet berprestasi di masa depan,” ujar Marciano.

Ia menegaskan bahwa pembinaan olahraga tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan proses panjang, disiplin latihan, dukungan keluarga, serta komitmen seluruh pihak agar seorang atlet mampu berkembang hingga mencapai prestasi tertinggi.

Menurut Marciano, salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan pembinaan atlet muda adalah keterlibatan orang tua. Dukungan keluarga dinilai memiliki peran besar dalam menjaga motivasi, kedisiplinan, dan konsistensi latihan para atlet.

“Dukungan orang tua atlet sangat krusial untuk mengantar anak-anak menjadi atlet berprestasi. Mereka bukan hanya mendukung secara moral, tetapi juga membantu memastikan proses latihan berjalan dengan baik,” katanya.

Ia menilai sinergi antara pelatih, atlet, dan orang tua merupakan fondasi utama dalam membangun prestasi olahraga yang berkelanjutan. Ketiga unsur tersebut harus berjalan seiring agar proses pembinaan dapat menghasilkan atlet berkualitas.

Baca Juga :   KONI Pusat Dukung Lari Trail, Ingatkan ALTI Utamakan Keselamatan Atlet

Pandangan serupa juga disampaikan pelatih Lawang Archery, Surianto Falahuddin Ahmad. Menurutnya, salah satu kekuatan utama klub yang dipimpinnya adalah tingginya antusiasme para orang tua dalam mendukung perkembangan atlet.

“Tidak hanya atlet yang bersemangat untuk berlatih, orang tua mereka juga memiliki semangat yang tinggi untuk membantu mengantar anak-anak menjadi atlet berprestasi,” ujar Surianto.

Ia menjelaskan bahwa dukungan tersebut terlihat dari konsistensi para orang tua dalam mendampingi anak-anak mengikuti latihan, kompetisi, hingga berbagai kegiatan pembinaan yang diselenggarakan klub.

Menurut Surianto, pembinaan atlet panahan tidak hanya bergantung pada latihan yang dilakukan di lapangan. Atlet juga harus menjaga pola hidup sehat serta menjalankan program latihan tambahan secara mandiri di rumah.

Karena para atlet hanya berlatih bersama klub sebanyak tiga kali dalam seminggu, maka empat hari lainnya perlu dimanfaatkan untuk melakukan latihan pendukung. Program tersebut terutama difokuskan pada peningkatan kondisi fisik, kekuatan otot, serta daya tahan tubuh.

Baca Juga :   PB KODRAT Masa Bakti 2025-2029 Resmi Dilantik, Bambang Soesatyo Targetkan Tarung Derajat Tembus SEA Games

“Anak-anak itu perlu peningkatan latihan fisik untuk mendukung akurasi. Kekuatan otot dan stamina sangat berpengaruh terhadap kualitas tembakan yang dihasilkan,” jelasnya.

Dalam olahraga panahan, kemampuan menjaga konsistensi teknik dan fokus selama pertandingan menjadi faktor utama yang menentukan hasil akhir. Oleh karena itu, kondisi fisik yang baik menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet.

Selain melatih kemampuan teknis memanah, Lawang Archery juga memberikan perhatian terhadap pembentukan karakter atlet. Para atlet dibiasakan untuk memiliki disiplin tinggi, tanggung jawab, sportivitas, serta mental juara sejak usia dini.

Pembinaan karakter tersebut dinilai penting karena olahraga tidak hanya bertujuan mencetak juara, tetapi juga membentuk generasi muda yang memiliki kepribadian positif dan mampu menjadi teladan di lingkungan masyarakat.

Marciano menilai pendekatan pembinaan yang dilakukan Lawang Archery sudah berada di jalur yang tepat. Menurutnya, keberhasilan mencetak atlet berprestasi tidak hanya ditentukan oleh fasilitas yang tersedia, tetapi juga kualitas pembinaan yang konsisten dan berkesinambungan.

Baca Juga :   Liga Jabar Istimewa Jadi Magnet Baru Sepak Bola Usia Dini di Jawa Barat

Ia berharap semakin banyak klub olahraga di berbagai daerah yang mengikuti langkah serupa dengan fokus pada pembinaan atlet usia dini sebagai investasi jangka panjang bagi olahraga Indonesia.

“Pembinaan yang baik sejak usia muda akan menjadi modal penting bagi Indonesia untuk terus melahirkan atlet-atlet berprestasi di masa depan,” tegasnya.

Kunjungan Ketua Umum KONI Pusat ke Lawang Archery sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap upaya daerah dalam memperkuat ekosistem olahraga prestasi. KONI Pusat menilai pembinaan atlet muda merupakan fondasi utama untuk menjaga keberlanjutan prestasi olahraga Indonesia di tingkat regional, Asia, hingga dunia.

Dengan dukungan pelatih yang kompeten, semangat para atlet, serta keterlibatan aktif orang tua, Lawang Archery diharapkan mampu melahirkan lebih banyak atlet panahan yang dapat mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang internasional pada masa mendatang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

Subscribe

spot_img

Popular

More like this
Related

Marciano Norman Tegas: Saatnya Merek Asing Minggir, Produk Olahraga Lokal Harus Berkuasa!

JAKARTA, TERMINALNEWS.CO — Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia...

Hornbills Terancam Tamat! Pelita Jaya Curi Kemenangan Krusial di Bogor

JAKARTA, TERMINALNEWS.CO — Pelita Jaya Jakarta semakin dekat dengan...

Belum Tayang Reguler, “Jangan Buang Ibu” Sudah Bikin Puluhan Ribu Penonton Menangis

JAKARTA,TERMINALNEWS.CO – Film drama keluarga Jangan Buang Ibu mencatatkan...

Menag Jajaki Kerja Sama Pendidikan dengan Suriah, Peluang Studi Bahasa Arab Kian Terbuka

JAKARTA,TERMINALNEWS.CO – Pemerintah Indonesia dan Suriah menjajaki peluang kerja...