“Inaspro sangat optimistis bahwa turnamen ini akan berkontribusi terhadap peningkatan prestasi atlet nasional, pertumbuhan ekonomi lokal, dan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat kegiatan bola basket 3×3 di kawasan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Ferry menyampaikan bahwa Inaspro juga berkomitmen mempererat koordinasi dengan Dewan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi), Badan Tim Nasional (BTN), serta komunitas bola basket nasional untuk memperkuat ekosistem ini.
Dengan demikian, ia berharap akan tercipta regenerasi atlet yang matang dan berkelanjutan di tingkat nasional.
Untuk edisi perdana tahun ini, Inaspro 3×3 Series akan menghadirkan dua agenda utama. Pertama, FIBA 3×3 Women’s Series, yang dijadwalkan berlangsung pada 24–25 Juli 2025. Turnamen ini terbuka bagi tim-tim yang mewakili negara, kota, atau perusahaan.
Kedua, FIBA 3×3 Challenger, akan digelar pada 26–27 Juli 2025, dengan kategori putra. Berbeda dari Women’s Series, Challenger lebih fokus kepada tim-tim independen yang mewakili kota atau klub mereka secara mandiri.
Dalam pelaksanaan dua event tersebut, Inaspro menargetkan partisipasi minimal delapan hingga maksimal 12 tim untuk kategori Women’s Series.
Sedangkan untuk Challenger, ditargetkan minimal 12 hingga maksimal 16 tim. Ferry optimistis target jumlah peserta ini akan terpenuhi mengingat antusiasme tinggi komunitas bola basket 3×3 baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Selain turnamen, dalam rangkaian kegiatan ini juga akan dilakukan berbagai side events untuk memeriahkan suasana, seperti coaching clinic, community game, dan sportainment yang melibatkan berbagai kalangan, termasuk anak muda dan pelaku industri kreatif.



Interesting perspective—thanks for making me think.