“Dengan demikian kita dapat melakukan pencegahan secara dini, melakukan perlawanan secara dini dan penangkalan secara dini agar tercipta suatu keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang cinta damai dan harmoni,” katanya.
Selain itu lanjutnya, pembekalan kepada mahasiwa baru UIN MH ini juga dalam rangka untuk menjalankan tujuh program prioritas BNPT yang sudah dicanangkan oleh Kepala BNPT, Prof. Dr. H. Mohammad Rycko Amelza Dahniel , M.Si., diantaranya yang pertama yaitu program perlindungan terhadap perempuan remaja dan anak-anak.
Pasalnya perempuan, remaja dan anak-anak adalah termasuk kategori orang-orang yang rentan terpapar paham paham tersebut.
Mayjen Roedy menambahkan, salah satu program prioritas lainnya penguatan Kampus Kebangsaan.
Program ini dalam rangka menangkal secara dini dan memberikan perlawanan terhadap ideologi ataupun paham yang bertentangan dengan Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia.
“Selain itu mahasiswa diharapkan dapat membudayakan kearifan lokal, cinta damai, menghargai perbedaan, tidak mudah untuk mengkafirkan orang lain ataupun punya paham takfiri dan tetap mencintai NKRI, Undang-Undang Dasar 1945 dan GBHN.” jelasnya.
Mantan Dandim 0603/Lebak ini berharap kepada mahasiswa dapat memahami dengan apa yang telah ia berikan dalam pembekalan tersebut.
“Dengan memahami apa yang telah diberikan mereka tentunya dapat tercapai suatu daya tangkal daya lawan dan daya cegah terhadap paham paham tersebut sehingga tercipta suatu ketahanan nasional yang dinamis,” katanya.


