Dengan semangat komunitas, inklusivitas, dan keberagaman genre, acara ini terus membuka peluang bagi talenta baru untuk tampil dan berjejaring.
“Kami tidak memilih genre, kami memilih kejujuran,” ujar Eno Suratno Wongsodimedjo dari Reallist Management, penggagas acara tersebut.
Pernyataan itu mencerminkan filosofi Main-Main di Cipete sebagai ruang terbuka bagi berbagai bentuk ekspresi musik tanpa batasan gaya atau tren.
Lebih dari sekadar pertunjukan, Main-Main di Cipete Vol. 33 menjadi perayaan komunitas dan keberanian untuk berkarya jujur. Dengan atmosfer hangat dan penampilan autentik, acara ini menegaskan bahwa musik independen Indonesia terus tumbuh dan pantas mendapat panggungnya sendiri.|Foto : I Wayan Bagiarta


