“Peresmian ini menandai kesiapan RPB untuk mengembangkan bisnis rotan secara lebih terstruktur. Diperlukan sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak agar ekosistem bisnis rotan dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan,” kata Maman.
Inisiasi pendirian RPB Komoditas Rotan berawal dari program Pengelolaan Terpadu UMK oleh Pemda Sukoharjo pada 2022. RPB hadir untuk mendorong UMKM rotan naik kelas melalui peningkatan kapasitas produksi, standardisasi mutu, efisiensi proses, penguatan desain dan inovasi, serta perluasan akses pasar. Fasilitas ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara perajin, pendamping, dan mitra usaha di wilayah tersebut.

Dikelola Koperasi Trangsan Manunggal Jaya, RPB Komoditas Rotan memiliki dua lini produksi yakni pemrosesan bahan baku rotan menjadi rotan setengah jadi serta produksi rotan setengah jadi menjadi produk furnitur.
RPB mampu mempekerjakan perajin lokal untuk menghasilkan aneka kreasi rotan yang berhasil menembus pasar ekspor ke Perancis, Kanada, Spanyol, Uni Emirat Arab. Produk yang dihasilkan juga telah memenuhi sertifikasi seperti ISO 9001:2015, SNI Produk untuk kursi dan meja sekolah, dan Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK).
Menteri UMKM juga menyampaikan bahwa pemerintah mengembangkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Padat Karya berupa dukungan peralatan produksi guna meningkatkan kapasitas dan kualitas produk. Skema pembiayaan ini dapat dimanfaatkan oleh UMKM, termasuk Koperasi Trangsan Manunggal Jaya.


