Ia menegaskan, Kementerian UMKM akan terus mendukung penyelenggaraan Jakarta Fair Kemayoran sebagai bagian dari upaya memperkuat pemberdayaan UMKM dan memperluas kontribusinya terhadap perekonomian nasional.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan, antara lain platform SAPA UMKM, kemudahan sertifikasi dan standardisasi produk, perluasan akses pembiayaan, penguatan kemitraan dan rantai pasok, serta perluasan akses pasar. Selain itu, pemerintah juga terus menggalakkan gerakan bangga, beli, dan pakai produk dalam negeri untuk meningkatkan daya saing produk nasional.
“Pemerintah pusat akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya kepada para pengusaha UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional,” ujar Menteri Maman.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Jakarta Fair Kemayoran 2026 menjadi bagian dari rangkaian persiapan menyambut lima abad Kota Jakarta yang akan diperingati pada tahun depan.

Menurut Pramono, berbagai pembangunan yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, termasuk melalui penyediaan layanan publik dan transportasi yang semakin baik.
“Mudah-mudahan Jakarta Fair Kemayoran 2026 semakin diminati masyarakat, baik dari Jakarta maupun daerah lainnya, sehingga mampu mencetak transaksi hingga Rp8 triliun dan menarik lebih dari enam juta pengunjung,” kata Pramono.


