LONDON, TERMINALNEWS.CO – Gelandang andalan Newcastle United, Sandro Tonali, menjadi salah satu pemain yang paling diminati pada bursa transfer musim panas 2026. Di tengah ketertarikan sejumlah klub elite Liga Inggris, Manchester United disebut berada di posisi terdepan untuk mendapatkan tanda tangan pemain asal Italia tersebut.
Tonali tampil konsisten sejak bergabung dengan Newcastle pada 2023. Saat itu, klub berjuluk The Magpies mengeluarkan dana sebesar 70 juta euro atau sekitar Rp1,33 triliun (kurs Rp19.000 per euro) untuk merekrutnya. Transfer tersebut menjadikan Tonali sebagai pemain Italia termahal sepanjang sejarah.
Meski sempat menjalani hukuman larangan bermain akibat kasus taruhan pada 2024, reputasi Tonali tidak meredup. Penampilannya yang solid di lini tengah membuat sejumlah klub besar seperti Manchester United, Manchester City, dan Arsenal tertarik merekrutnya.
Manchester United diketahui ingin memperkuat sektor tengah dengan merekrut setidaknya dua gelandang pada musim panas ini. Klub yang kini ditangani permanen oleh Michael Carrick tersebut sebelumnya telah menyepakati transfer gelandang Atalanta, Ederson, senilai 38 juta poundsterling atau sekitar Rp836 miliar (kurs Rp22.000 per poundsterling).
Laporan terbaru menyebutkan bahwa United tengah menyiapkan proposal untuk Tonali dengan nilai antara 70 juta hingga 80 juta poundsterling, setara Rp1,54 triliun hingga Rp1,76 triliun.
Meski demikian, Newcastle diyakini tidak akan melepas salah satu pemain terbaiknya dengan mudah. Klub asal Tyneside tersebut kabarnya mematok harga mencapai 100 juta poundsterling atau sekitar Rp2,2 triliun untuk Tonali.
Selain Manchester United, Manchester City dan Arsenal juga terus memantau situasi Tonali. Arsenal bahkan sempat dikaitkan dengan sang gelandang pada jendela transfer Januari lalu dan bisa kembali mengajukan penawaran musim panas ini.
Bagi Arsenal, kehadiran Tonali dinilai dapat memperkuat lini tengah bersama Declan Rice, Martin Zubimendi, maupun Martin Odegaard. Fleksibilitas permainan Tonali juga dianggap mampu memberikan kedalaman skuad yang dibutuhkan untuk bersaing di berbagai kompetisi.
Sementara itu, Manchester City juga masih berpotensi masuk dalam persaingan apabila gagal mendapatkan target utama mereka di lini tengah.
Kepergian Tonali akan menjadi pukulan besar bagi Newcastle. Sebelumnya, klub tersebut sudah kehilangan Anthony Gordon yang hengkang ke FC Barcelona.
Selain itu, Newcastle juga masih berusaha menutupi kekosongan yang ditinggalkan striker andalan mereka, Alexander Isak, setelah pindah ke Liverpool FC pada musim panas tahun lalu.
Jika Tonali ikut pergi, manajer Eddie Howe harus melakukan perombakan besar-besaran terhadap skuadnya.
Ketertarikan Manchester United terhadap Tonali juga mendapat dukungan dari legenda klub, Paul Scholes.
Dalam sebuah wawancara tahun lalu, Scholes bahkan menilai Tonali sebagai gelandang terbaik Liga Inggris saat itu. Menurutnya, pemain Italia tersebut memiliki kemampuan lengkap, energi besar, dan konsistensi yang membuatnya unggul dibanding sejumlah gelandang top lainnya.
Scholes juga menyebut dirinya lebih menyukai gaya bermain Tonali dibanding Declan Rice, meskipun tetap mengakui kualitas gelandang Arsenal tersebut.
Kini berusia 26 tahun, Tonali dianggap tengah memasuki masa emas kariernya. Situasi Newcastle yang hanya finis di peringkat ke-12 Liga Inggris musim ini dan gagal lolos ke kompetisi Eropa diyakini bisa menjadi faktor penting dalam menentukan masa depannya.
Kesempatan tampil di kompetisi Eropa bersama Manchester United, Manchester City, atau Arsenal tentu menjadi daya tarik besar bagi sang gelandang. Dengan minat yang terus meningkat dan nilai transfer yang bisa mencapai Rp2,2 triliun, Sandro Tonali berpotensi menjadi salah satu saga transfer terbesar pada musim panas 2026.


