LONDON, TERMINALNEWS.CO – Bek Chelsea, Marc Cucurella, melontarkan kritik tajam terhadap mantan rekan setimnya, Noni Madueke, yang memilih meninggalkan kamp pelatihan Piala Dunia Antarklub lebih awal demi menyelesaikan transfer ke Arsenal.
Keputusan ini dinilai sebagai langkah yang keliru oleh Cucurella, terutama karena Madueke sebelumnya pernah menyebut Chelsea sebagai klub terbesar di London.
Madueke pulang ke Inggris saat Chelsea tengah bersiap menghadapi final Piala Dunia Antarklub melawan Paris Saint-Germain di Stadion MetLife, New Jersey.
Winger berusia 23 tahun itu telah tampil dalam lima dari enam laga Chelsea menuju final, namun ia absen saat The Blues menang meyakinkan 3-0 atas PSG — hanya beberapa minggu setelah mengangkat trofi Europa Conference League.

Cucurella Nilai Aneh Keputusan Madueke
Dalam sesi tanya jawab bersama pemain muda di akademi sepak bolanya di Spanyol, Cucurella ditanya apakah keputusan Madueke meninggalkan skuad lebih awal terasa “aneh.” Ia menjawab, dikutip dari talkSPORT, “Ya, saya rasa itu aneh. Menurut saya, dia melewatkan kesempatan yang sangat bagus, meskipun dia tidak menjadi starter.”
Cucurella menambahkan bahwa Madueke seharusnya bisa menunda kepulangannya satu atau dua hari untuk ikut serta dalam laga final.
“Tidak ada ruginya menunggu satu hari lagi. Pada akhirnya, dia melewatkan momen yang cukup spesial,” ujarnya.

Pemain asal Spanyol itu juga melontarkan candaan bahwa medali juara Madueke kini berada di tangan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang hadir dan menyerahkan trofi kepada kapten Chelsea, Reece James.
“Dia (Trump) memasukkannya ke sakunya. Sekarang medali itu ada di Gedung Putih, tersimpan dengan baik,” kelakar Cucurella.


