Bagi pemerintah, penataan jalan bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan langkah awal untuk menghidupkan kawasan. Akses yang lebih baik diyakini akan meningkatkan mobilitas warga dan membuka peluang ekonomi baru, termasuk rencana pengembangan kawasan sebagai sentra kuliner.
“Kita tidak hanya membangun fisik, tapi juga membangun ekosistem ekonomi masyarakat,” kata Maruarar.
Model pembangunan berbasis kolaborasi ini diharapkan menjadi contoh baru dalam penataan kawasan perkotaan. Di tengah keterbatasan anggaran negara, pendekatan gotong royong lintas sektor dinilai mampu menghadirkan solusi yang cepat, adaptif, dan berkelanjutan.


