IBUKOTANUSANTARA,TERMINALNEWS.CO — Menteri Agama meninjau pembangunan di kawasan , Jumat (20/2/2026). Proyek tersebut kini memasuki tahap akhir dan segera difungsikan sebagai pusat peribadatan umat Katolik di ibu kota negara yang baru.
“Di seberang Masjid Negara, juga tengah dibangun Gereja Besar (Basilika) yang akan menjadi pusat peribadatan umat Katolik di kawasan OIKN. Progres pembangunannya kini telah memasuki tahap akhir dan segera difungsikan,” ujar Nasaruddin.
Basilika yang berdiri di atas lahan hampir 12.000 meter persegi itu dilengkapi gedung gereja empat lantai, rumah uskup, taman doa dan Jalan Salib, Goa Maria, serta sejumlah bangunan penunjang. Dengan kapasitas sekitar 1.600 umat, gereja ini akan menjadi basilika pertama di Indonesia yang berada di kawasan pusat pemerintahan baru.
Dalam peninjauan tersebut, Menag juga mencermati pemasangan lonceng dan salib yang didatangkan khusus dari Belanda dengan sistem digital. Pemasangan keduanya ditargetkan rampung bulan depan agar basilika dapat difungsikan sesuai rencana, termasuk untuk agenda pertemuan para uskup.
Menurut Nasaruddin, pembangunan rumah ibadah di IKN tidak diperuntukkan bagi satu agama saja, melainkan seluruh umat beragama di Indonesia.
“Insya Allah, di bawah arahan Bapak Presiden serta dukungan penuh Kepala Otorita IKN , kawasan ini akan menghadirkan rumah ibadah bagi seluruh agama di Indonesia sebagai simbol persatuan, toleransi, dan harmoni dalam keberagaman,” ujarnya.
Ia menegaskan, IKN bukan semata proyek pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan nilai.


