Menhut Raja Juli Antoni Melantik Pejabat Tinggi Madya Untuk Struktur Baru Kementerian Kehutanan

“Kita sudah mengidentifikasi sekitar 20 juta ha hutan yang bisa dimanfaatkan untuk cadangan pangan, energi, dan air. Ada potensi sekitar 1,1 juta ha lahan yang bisa menghasilkan hingga 3,5 juta ton beras per tahun. Jumlah ini setara dengan total impor beras Indonesia pada 2023. Selain itu, pemerintah juga berencana menanam pohon aren sebagai sumber bioetanol. Satu hektare aren mampu menghasilkan 24 ribu kiloliter bioetanol. Jika kita menanam 1,5 juta ha aren, kita bisa menghasilkan 24 juta kiloliter bioetanol, yang dapat menggantikan impor BBM sebesar 26 juta kiloliter,” jelasnya.

Selain itu, Menhut juga menegaskan tentang perwujudan ASTA CITA 6: Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan, yakni melalui Peningkatkan produktivitas Perhutanan Sosial untuk mendukung Makan Bergizi Gratis.

Baca Juga :   Penuh Duka & Penghormatan, KKP Lepas Tiga Korban ATR 42-500 ke Peristirahatan Terakhir

Menhut juga berpesan kepada Pejabat Pimpinan Tinggi Madya untuk bekerja penuh dedikasi dan menjadi teladan bagi para staf di lingkungan kerjanya masing-masing dan tidak kalah pentingnya untuk disadari bahwa apa yang dikerjakan akan senantiasa dinilai oleh masyarakat, juga dilihat dan dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa kelak pada kemudian hari.

“Pekerjaan kita masih banyak dan semakin tidak mudah, untuk itu dalam menjalankan amanah yang tidak ringan ini, saya memohon dukungan dari seluruh jajaran Kementerian,” ungkap Raja Juli.

ae 47

“Jika ingin berlari cepat, berlarilah sendiri. Jika ingin berlari jauh, berlarilah bersama,” pungkasnya.

Kesebelas pejabat Kementerian Kehutanan yang dilantik, adalah (1) Laksmi Wijayanti sebagai Inspektur Jenderal; (2) Ade Tri Ajikusumah sebagai Direktur Jenderal Planologi Kehutanan; (3) Satyawan Pudyatmoko sebagai Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem; (4) Dyah Murtiningsih sebagai Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan; (5) Dida Mighfar sebagai Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari; (6) Mahfudz sebagai Direktur Jenderal Perhutanan Sosial; (7) Dwi Januanto Nugroho sebagai Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan; (8) Indra Exploitasia sebagai Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM; (9) Novia Widyaningtyas sebagai Staf Ahli Bidang Revitalisasi Industri Kehutanan; (10) Fahrizal Fitri sebagai Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga; (11) Haruni Krisnawati sebagai Staf Ahli Bidang Perubahan Iklim.

Baca Juga :   Murdaya Widyawimarta Po Meninggal Dunia di Singapura Setelah Berjuang Melawan Kanker

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

Subscribe

spot_img

Popular

More like this
Related

Ferry Juliantono: Jateng Jadi Pelopor Insersi Pendidikan Perkoperasian

SEMARANG, TERMINALNEWS.CO — Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengapresiasi...

Jakarta Fair 2026 Bidik 6 Juta Pengunjung, Konser Slank hingga JKT48 Siap Guncang Kemayoran

JAKARTA,TERMINALNEWS.CO -| Jakarta kembali bersiap menyambut pesta rakyat terbesar...

“Garuda Di Dadaku” Terbang ke Bioskop, Animasi Keluarga tentang Mimpi, Keberanian, dan Dukungan Orang Terdekat

JAKARTA,TERMINALNEWS.CO— Industri animasi Indonesia kembali menunjukkan taringnya melalui film...

Dari ‘Setiap Klik Ada Harganya’ hingga Kode ‘Malaikat’, KPK Bongkar Dugaan Korupsi Rp145,5 Miliar di Imigrasi

JAKARTA,TERMINALNEWS.CO -| Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan praktik...