Menkop juga menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Grobogan beserta seluruh jajaran daerah yang telah bersinergi dalam menyukseskan pelaksanaan pembentukan Kopdes/Kel Merah Putih.
“Jawa Tengah diharapkan menjadi lubang kunci lokomotif, pelopor atau sebagai garda terdepan kesuksesan pembentukan Kopdes/Kel Merah Putih,” kata Menkop Budi Arie.
Ekosistem Kopdes/Kel Merah Putih akan dibangun melalui gerai-gerai usaha seperti gerai sembako, apotek desa dan klinik desa yang juga akan disinkronkan dengan Juknis Pustu dan berkolaborasi dengan Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas (Kementerian Kesehatan), kantor koperasi, Unit Simpan Pinjam, pergudangan dan logistik serta kegiatan usaha berdasakan potensi lokal dan kebutuhan masyarakat desa.
“Desa Kapung ini cukup memiliki banyak potensi lokal seperti penghasil beras, bawang merah dan sayur-mayur. Bahkan di sekitar sini juga ada peternakan kambing dan ayam petelor serta budidaya lele hingga kerajinan batik,” kata Menkop.
Hal ini menunjukkan bahwa Desa Kapung menyimpan kekuatan ekonomi luar biasa dengan berbagai potensi dan keunggulannya. Tentu potensi yang dimiliki Desa Kapung ini bisa terakomodir melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Menkop juga menambahkan Kopdes/Kel Merah Putih tidak hanya berhenti sampai pembentukannya saja tetapi harus cepat berlanjut ke tahap pembangunan dan pengoperasiannya.

Sehingga langkah krusial selanjutnya yaitu mempersiapkan kelembagaan koperasi dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik dengan diperkuat secara sistematis melalui pendampingan, pelatihan manajemen, dan digitalisasi.


