“Kita harap koperasi menjadi bagian dari ekosistem ini sehingga harus diorganisir secara bagus karena ini program nasional yang memiliki multiplayer effect yang sangat besar bagi masyarakat,” ujar Menkop Budi Arie.

Berdasarkan pemantauannya, Menkop Budi Arie membenarkan bahwa uji coba program MBG yang dilakukan di Desa Warung Kiara, Kecamatan Warung Kiara terbukti mampu meningkatkan semangat anak sekolah untuk belajar.
“Saya lihat sendiri anak-anak makin semangat, semakin rajin, semakin gembira dan sehat. Jadi program MBG ini investasi jangka panjang untuk meningkatkan SDM yang unggul,” jelas Menkop Budi Arie.
Di tempat yang sama, Bupati Sukabumi Marwan Hamami menyambut baik program MBG yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto karena dinilai mampu memperbaiki gizi anak dan menurunkan angka stunting.
Pasalnya di Sukabumi menjadi salah satu daerah termiskin dan angka stunting cukup tinggi di Jawa Barat sehingga perlu intervensi secara langsung dari pemerintah.
“Kita bersyukur Pak Presiden melakukan terobosan untuk perbaikan gizi untuk anak anak kami. Mudah-mudahan ini jadi solusi ke depan supaya sumber daya alam kami yang melimpah mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujar Marwan.
Marwan menegaskan siap melakukan pembinaan kepada koperasi-koperasi aktif di Sukabumi untuk menyukseskan program MBG yang akan dilakukan kick off secara resmi di Januari 2025 mendatang.
“Setelah ada isu program MBG yang akan melibatkan koperasi kini muncul koperasi baru dadakan yang mengklaim siap jadi pemasok, maka ini menjadi catatan kami untuk tidak mudah begitu saja memberikan rekomendasi bagi koperasi untuk terlibat,” jelas Marwan.


