
Ketiga, Menkop mendorong agar Kopdes/ Kel Merah Putih mengoptimalkan penggunaan teknologi digital dalam pengelolaannya agar transparan dan terkoneksi dalam sebuah jaringan kerja sama yang kuat antar koperasi. Ditargetkan ke depan akan terbangun sebuah sistem jaringan usaha antar koperasi sehingga keberadaan koperasi benar-benar menjadi sumber pertumbuhan ekonomi nasional.
“Nanti akan ada jaringan koperasi nasional dimana semua produk koperasi disalurkan melalui koperasi. Jadi bagaimana dahsyatnya gerakan koperasi ini,” ucap Menkop Budi Arie.
Besarnya potensi manfaat yang dapat dirasakan masyarakat desa/ kelurahan dari keberadaan koperasi ini, Menkop Budi Arie mengajak semua pihak untuk bersama-sama menyukseskan program pembentukan 80.000 Kopdes/ Kel Merah Putih tersebut.

Menkop Budi Arie mengapresiasi kepada Pemprov/ Pemda Kabupaten dan Kota Jawa Barat beserta seluruh jajaran daerah yang telah bersinergi dalam menyukseskan pelaksanaan program nasional tersebut. Diharapkan kehadiran Kopdes/ Kel di Provinsi Jawa Barat dapat memberikan dampak yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat dan mampu mengentaskan kemiskinan ekstrim khususnya di Kota Cimahi.
“Saya yakin dampaknya signifikan buat ekonomi masyarakat dengan Kopdes/ Kel ini. Saya juga berharap koperasi di Kota Cimahi ke depan bisa maju, bisa berkembang dan bisa menjadi contoh buat koperasi – koperasi lainnya di Indonesia,” ucap Menkop Budi Arie.
Dalam kesempatan yang sama, Walikota Kota Cimahi Letkol (Purn) Ngatiyana SAP mengapresiasi keseriusan Kementerian Koperasi (Kemenkop) yang konsisten mengawal percepatan pembentukan Kopdes/ Kel Merah Putih di seluruh Indonesia khususnya di Kota Cimahi. Baginya program Kopdes/ Kel Merah Putih ini adalah jalan pintas untuk menuntaskan berbagai permasalahan di desa seperti kemiskinan, stunting, permasalahan lainnya.


