“Kerja sama lintas budaya seperti ini memiliki potensi besar untuk melahirkan inovasi luar biasa yang bermanfaat bagi kedua negara. Saya berharap program pertukaran pemuda Indonesia-Australia ini dapat menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan bilateral yang lebih kokoh dan bermakna,” ujar Esa penuh optimisme.
AIYEP 2024, yang dimulai pada Oktober 2024 dan berakhir pada Januari 2025, terdiri dari dua fase utama, yaitu fase Australia dan fase Indonesia.
Pada fase Australia, para peserta Indonesia berkesempatan tinggal bersama keluarga angkat, mengikuti pelatihan kepemimpinan, dan mengenal lebih dalam budaya serta sistem sosial di Canberra.
Kini, mereka melanjutkan fase Indonesia, di mana peserta Australia tinggal bersama keluarga angkat di Lombok, NTB Indonesia.
Selain itu, mereka mengikuti kegiatan komunitas yang melibatkan pengenalan budaya, kerja sosial, dan pelatihan lokal yang dirancang untuk memberikan pengalaman langsung tentang kehidupan masyarakat Indonesia. (DaBon)


