“Kejuaraan Anggar Asia bukan sekadar kompetisi. Ini adalah langkah strategis dalam menciptakan ekosistem olahraga anggar yang lebih kompetitif dan profesional, sekaligus memperkuat citra olahraga sebagai simbol kekuatan bangsa,” ujar Menpora Dito.
Kejuaraan ini juga menjadi momentum penting karena akan diikuti atlet-atlet elite Asia, termasuk peraih medali emas Olimpiade Paris 2024.
Hadirnya para juara Olimpiade akan membuka peluang bagi atlet Indonesia untuk menyerap pengalaman dan meningkatkan kualitas tanding.
Deputi IV Bidang Pembinaan Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono, menekankan bahwa Kejuaraan Anggar Asia 2025 merupakan ajang bergengsi yang sangat penting bagi perkembangan olahraga anggar Indonesia.
“Event ini sangat bergengsi karena akan diikuti oleh atlet-atlet terbaik Asia, termasuk peraih medali emas dari Olimpiade Paris. Ini menjadi kesempatan emas bagi atlet anggar Indonesia untuk mengukur sejauh mana daya saing mereka di tingkat internasional,” ujar Surono.
Ia menyebutkan bahwa potensi atlet anggar Indonesia masih sangat besar. Cabang ini pernah menyumbangkan medali emas dalam ajang SEA Games, meraih medali perak di Asian Games, serta menjadi langganan tampil di Olimpiade.
“Dengan potensi yang ada, kita optimistis bisa mengembalikan kejayaan anggar Indonesia. Karena itu, penting bagi PB Ikasi untuk menyiapkan roadmap pembinaan jangka panjang yang realistis dan terukur menuju Olimpiade 2028,” tegas Surono.
Ketua Umum PB Ikasi Amir Yanto menyambut baik dukungan Kemenpora dan menyatakan kesiapan organisasi yang dipimpinnya untuk merancang roadmap pembinaan atlet anggar menuju Olimpiade Los Angeles 2028.


