“Mengapa namanya Pekan Olahraga Nasional, karena PON ini yang memberikan peluang kontingen dibiayai APBD,” sambungnya.
Menpora RI menyambut baik dan tekankan sinergitas antar organisasi olahraga. “Alhamdulillah di rumah besar olahraga nasional kita, di KONI, tadi kita berdisuksi bagaimana KONI dan pemerintah harus bersatu,” katanya mengawali pernyataan di depan media.
“Kita harus punya program yang sama, toh ujung-unjungnya apa yang kita lakukan ini bukan buat kita pribadi, tetapi untuk masyarakat olahraga Indonesia secara menyeleruh, terutama olahraga-olahraga yang harus kita siapkan untuk PON, yang berlanjut ke SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade,” jelasnya tekankan sinergitas untuk tujuan Merah Putih.
“Insya Allah tahun depan kita akan membuat sebuah program bersama demi kebaikan masyarakat olahraga, tentu kami mendukung apa yang dilakukan Pak Marciano dalam melakukan transformasi KONI selama ini, hal yang sama kami lakukan transformasi di Kemenpora,” jelas Erick.
“Terobosan yang dilakukan KONI Pusat luar biasa,” tegasnya.
Dijelaskan juga Menpora RI tengah mendorong terobosan yakni menyederhanakan 191 regulasi.
Terkait dengan SEA Games Thailand 2025, Menpora RI mengajak keterlibatan KONI Pusat. “Kita sedang fokus SEA Games, saya mohon dukungan juga untuk KONI Pusat bisa mengevaluasi dan meninjau, kami juga tentu akan meninjau, supaya nanti mulai kita membuat roadmap besar mengenai olahraga nasional,” tambah Menpora RI.
Masalah cabang olahraga juga disinggung oleh Menpora RI. Pendekatan musyawarah dan mufakat menjadi prioritas mencari solusi.


