Setiap tahun Undip bahkan berhasil mencetak 10–15 UMKM Ekspor dengan nilai transaksi rata-rata 1,2 juta dolar AS atau lebih dari Rp20 miliar. Tahun ini, sivitas akademika Undip juga menghasilkan 35 inovasi usaha berbasis teknologi.

“Ini peluang besar bagi akademisi untuk memberikan pendampingan dan pembinaan sehingga mahasiswa dan UMKM benar-benar bisa naik kelas,” ujar Suharnomo.
Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik, turut mengajak mahasiswa Undip menjadi pengusaha melalui program Micopreneur, sehingga kontribusi mahasiswa terhadap pertumbuhan ekonomi nasional semakin nyata.
Ia mendorong kampus membangun ekosistem usaha yang kuat, mulai dari pendampingan, akses pembiayaan, digitalisasi, kemitraan rantai pasok, hingga pemasaran.
Upaya tersebut sangat dibutuhkan mahasiswa agar usaha yang dirintis lebih produktif, berkelanjutan, dan memiliki keunggulan kompetitif.

“Inovasi akan mentransformasikan mahasiswa Indonesia menjadi pencipta lapangan kerja melalui wirausaha,” tutur Riza.
Kuliah umum di Undip juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian UMKM dan Universitas Diponegoro. Sivitas akademika Undip turut mengajak Menteri UMKM meluncurkan Undip UMKM Center “Diponegoro UsahaDayaPreneur.”


