2. Mengaktifkan kembali kelompok sosial masyarakat seperti PKK, Karang Taruna, kelompok pengajian, dan paguyuban sebagai wadah untuk mempraktikkan gotong royong di lingkungan sekitar.
3. Mendorong inovasi pemerintah dalam mengadaptasikan nilai gotong royong melalui teknologi digital, seperti platform koordinasi kegiatan sosial, sistem informasi pelayanan publik, dan pendidikan kebangsaan berbasis daring.
“Konservasi nilai gotong royong bukan sekadar jargon, tetapi harus menjadi gerakan kolektif lintas generasi yang dibarengi kebijakan konkret dari pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat,” tegas Miranti.
Ia juga menekankan bahwa di tengah disrupsi teknologi dan perubahan sosial yang masif, gotong royong harus menjadi nilai dasar dalam pembangunan nasional dan penguatan identitas bangsa.
“Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan generasi muda, semangat gotong royong akan tetap menjadi tiang kokoh dalam menjaga keutuhan NKRI,” tutupnya.
Program PPNK Lemhannas RI Angkatan ke-219 ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta.
Lemhannas RI berharap para lulusan program ini dapat menjadi agen perubahan di berbagai sektor, serta mampu menanamkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


