Menurut Romo Benny, Pemerintah harus menyediakan iklim yang kondusif bagi perkembangan inovasi dan kreativitas masyarakatnya. Sementara itu, masyarakat juga harus berpartisipasi aktif dalam pembangunan nasional, dengan memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang produktif dan mendukung kemandirian bangsa.
“Kemandirian dalam bidang politik dan kebijakan publik harus menjadi prioritas. Ini semua bisa dicapai dengan mengupayakan pemenuhan kebutuhan sandang, pangan, dan papan dari dalam negeri. Elite politik harus mendorong kebijakan yang bisa mengembangkan potensi sumber daya alam dan manusia dalam negeri,” ujarnya.
Romo Benny Susetyo berharap agar generasi muda Indonesia bisa mengisi semangat kebangkitan nasional dengan memberikan kontribusi terbaiknya bagi bangsa dan negara. Pemuda Indonesia perlu banyak belajar dari peristiwa bersejarah seperti perintisan gerakan Boedi Oetomo, yang sejatinya berangkat dari keprihatinan sosial kaum intelektual kala itu.
“Mengapa Dr. Wahidin Soedirohoesodo dan Dr. Soetomo memiliki kepekaan bahwa kita harus lepas dari penjajahan? Karena pengalaman mereka sebagai dokter yang berjumpa dengan rakyat kecil. Mayoritas orang Indonesia saat itu mengalami kemiskinan. Menyaksikan betapa susahnya orang-orang kecil itu tertindas, maka timbul kesadaran untuk memperjuangkan kecerdasan rakyat agar Indonesia menjadi bangsa yang mandiri dan berdaulat,” pungkas Romo Benny.


