“Tolong segera siapkan proposal pembangunan industri hilir dari kelapa. Pertamina Patra Niaga akan mendukung dan memodali,” ucapnya.
Selain pengolahan kelapa, usaha lain seperti pengelolaan sampah menjadi pupuk cair organik juga akan tetap didampingi pemerintah. Ferry menilai diversifikasi usaha menjadi kunci agar koperasi bisa mandiri dan berkelanjutan.

Bank Mandiri juga siap mengambil peran penting dalam penguatan koperasi desa ini dengan memberikan dukungan pembiayaan untuk penambahan modal kerja atau untuk investasi. Mereka akan membantu pembiayaan pembangunan gudang berkapasitas 20–30 ton serta peremajaan gerai sembako.
Tak hanya itu, rencana pengadaan armada truk pengangkut produk hasil desa juga akan difasilitasi. “Jadi pokoknya kita akan turun (membantu) dan bekerja keras, kami yakin Koperasi Desa ini hadir sebagai bagian dari bentuk kehadiran negara untuk mengangkat derajat masyarakat desa,” ucap Menkop, Ferry Juliantono.
Kepala Desa Jeruju Besar, Nurhalizah, menyambut dukungan ini dengan optimisme. Menurutnya, bantuan pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) akan langsung digunakan untuk memperkuat usaha koperasi.

Menurutnya, pinjaman dari LPDB ini akan kami gunakan untuk pengembangan gerai sembako, terutama menambah stok LPG, beras, minyak, dan bahan pokok lain. Kami juga investasi mobil pickup sekitar Rp170 juta dari total Rp502 juta untuk angkutan beras dan telur dan komoditas lainnya.


