Pangeran William Disorot Terkait Donatur Earthshot Prize yang Terseret Berkas Jeffrey Epstein

LONDON, TERMINALNEWS.CO – Sorotan terhadap keluarga Kerajaan Inggris kembali mencuat, kali ini menyeret nama Pangeran William terkait dugaan hubungan tidak langsung dengan mendiang Jeffrey Epstein.

Kelompok anti-monarki Inggris, Republic, pada Rabu (11/2/2026) melaporkan Earthshot Prize milik Pangeran William ke Charity Commission. Earthshot Prize sendiri merupakan yayasan lingkungan yang didirikan pada 2020, dengan William sebagai wajah publiknya. Dalam pendiriannya, Earthshot memiliki sejumlah mitra awal, salah satunya DP World, perusahaan multinasional berbasis di Dubai.

Dalam siaran persnya, Republic menyoroti bahwa CEO DP World, Sultan Ahmed bin Sulayem, disebut terlibat dalam bukti terbaru yang terungkap dari berkas kasus Epstein.

Berdasarkan email April 2009 yang baru dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat, Epstein menulis, “where are you? are you ok I loved the torture video.” Awalnya, penerima email tersebut dirahasiakan.

Namun, setelah sejumlah anggota Kongres AS diizinkan melihat dokumen tanpa sensor pekan ini, Rep. Thomas Massie mengonfirmasi bahwa email tersebut dikirim kepada Sulayem.

Baca Juga :   Presiden Prabowo Bertemu Sekjen PBB, Tegaskan Komitmen Indonesia Dukung Perdamaian Palestina

Republic menyebut DP World sebagai “mitra pendiri” Earthshot Prize dan mengklaim perusahaan itu telah menyumbang setidaknya 1,3 juta dolar AS kepada organisasi tersebut.

Kelompok itu juga menambahkan bahwa Sulayem dan Pangeran William pernah terlihat bersama dalam beberapa kesempatan, termasuk saat Sulayem menunjukkan dukungan langsung terhadap kegiatan amal tersebut.

“Keseriusan masalah ini memerlukan penyelidikan penuh dan komprehensif,” tulis Republic dalam pernyataannya.

CEO Republic, Graham Smith, menegaskan bahwa William memiliki banyak pertanyaan yang harus dijawab, termasuk apa yang ia ketahui mengenai hubungan Pangeran Andrew dan Epstein. Ia juga meminta penjelasan soal hubungan William dengan Sulayem.

“Sulit dipercaya bahwa Kementerian Luar Negeri, badan keamanan, atau penasihat lainnya tidak mengetahui karakter Sulayem dan tidak memberikan saran yang sesuai. Berkas-berkas ini telah berada di tangan otoritas AS selama bertahun-tahun. Tidak masuk akal jika informasi tersebut tidak dibagikan,” kata Smith.

Baca Juga :   Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Kongres Advokat Indonesia Timur Masa Bakti 2024-2029 Dikukuhkan

Ia juga mempertanyakan proses uji kelayakan (due diligence) Earthshot dalam menerima donasi. “Earthshot memiliki kewajiban untuk meneliti para donatur dan sumber dana. Apakah mereka melakukannya dalam kasus ini? Jika ya, apakah William mengabaikan pertimbangan tersebut?” tambahnya.

Menanggapi laporan tersebut, juru bicara Charity Commission mengatakan kepada ITV bahwa pihaknya menyadari adanya kekhawatiran terkait sumber pendanaan Earthshot Prize. “Kami sedang menilai informasi ini untuk menentukan langkah selanjutnya dan apakah ada peran bagi Komisi,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, Earthshot Prize belum memberikan komentar resmi. Namun, disebutkan bahwa pihak yayasan tengah berdiskusi dengan manajemen DP World terkait isu tersebut.

Isu terbaru ini muncul hanya beberapa hari setelah nama mantan Pangeran Andrew kembali dikaitkan dengan Epstein melalui bukti yang baru dirilis. Republic sebelumnya juga melaporkan Andrew ke Kepolisian Thames Valley atas dugaan berbagi informasi perdagangan rahasia dengan Epstein saat menjabat sebagai utusan perdagangan.

Baca Juga :   Belajar dari Denmark, Rano Karno Tinjau Fasilitas Pengolah Sampah Modern Copen Hill

Menanggapi perkembangan tersebut, Raja Charles akhirnya angkat bicara mengenai adiknya yang telah dicabut gelar kerajaannya pada musim gugur lalu. Dalam pernyataan Istana Buckingham pada 9 Februari disebutkan bahwa Raja menyampaikan keprihatinan mendalam atas tuduhan yang terus bermunculan terkait perilaku Andrew.

“Meski klaim spesifik tersebut menjadi tanggung jawab Mr. Mountbatten-Windsor untuk menanggapinya, jika kami dihubungi Kepolisian Thames Valley, kami siap memberikan dukungan sebagaimana mestinya,” bunyi pernyataan tersebut.

Istana juga menegaskan bahwa simpati dan perhatian Raja serta Ratu tetap tertuju kepada para korban segala bentuk kekerasan.

Sementara itu, dalam kunjungan kenegaraan ke Arab Saudi pekan ini, Pangeran William juga sempat ditanya wartawan mengenai Andrew. Ia memilih tidak menjawab secara langsung.

Namun, melalui juru bicara pada 8 Februari, William dan istrinya, Kate Middleton, menyatakan bahwa mereka sangat prihatin atas berbagai pengungkapan terbaru dan pikiran mereka tetap bersama para korban.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

Subscribe

spot_img

Popular

More like this
Related

Gilla Band Kembali dengan “Giraffe”, Menandai Babak Baru Setelah Empat Tahun Vakum Rilis

JAKARTA,TERMINALNEWS.CO -| Setelah hampir empat tahun tanpa merilis materi...

Rano Karno Gandeng Netflix, Jakarta Kian Dekat Menjadi Kota Sinema Kelas Dunia

NUSADUA,BALI,TERMINALNEWS.CO -| Visi Jakarta sebagai Kota Sinema semakin menemukan...

Menkomdigi: Transformasi AI Harus Perkuat UMKM dan Tingkatkan Akurasi Penyaluran Bansos

JAKARTA,TERMINALNEWS.CO -| Pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) di Indonesia...

Pariwisata 2027 Dibidik Jadi Motor Pertumbuhan, Kemenpar Fokus pada Kualitas dan Keberlanjutan

JAKARTA,TERMINALNEWS.CO— Pemerintah menempatkan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak...