“Wisatawan seperti atlet dan ofisial olahraga memiliki karakteristik yang berbeda. Mereka datang tidak hanya untuk rekreasi, tapi juga membawa dampak langsung bagi promosi destinasi secara global,” jelasnya.
Kegiatan seperti Kejuaraan Anggar Asia 2025 ini diharapkan menjadi contoh sukses dari integrasi antara event olahraga dan promosi pariwisata.
Apalagi Bali dikenal sebagai destinasi unggulan dunia dengan fasilitas dan daya tarik yang mendukung berbagai segmen wisata.
Ketertarikan peserta untuk memperpanjang masa tinggal mereka juga membuka peluang ekonomi tambahan bagi pelaku usaha lokal, mulai dari hotel, restoran, hingga penyedia jasa tur dan transportasi.
Banyak peserta yang sejak awal memang sudah merencanakan liburan usai pertandingan, sehingga potensi perputaran ekonomi dari segmen ini cukup signifikan.
Dengan semakin banyaknya event internasional yang digelar di Indonesia, khususnya Bali, pemerintah daerah dan pusat diharapkan dapat terus mendorong kolaborasi lintas sektor untuk menjadikan sport tourism sebagai kekuatan ekonomi baru.
Kejuaraan Anggar Asia 2025 ini menjadi salah satu contoh konkret bagaimana sport tourism bisa menjadi sarana diplomasi budaya sekaligus promosi wisata yang elegan dan efektif.


