Berdasarkan informasi dari otoritas setempat, kapal wisata yang mengalami kecelakaan tersebut mengangkut 11 orang, terdiri atas enam wisatawan asing, termasuk Fernando Martin dan keluarganya, empat anak buah kapal (ABK), serta satu pemandu wisata.
Kapal tersebut sebelumnya bertolak untuk perjalanan wisata di kawasan Taman Nasional Komodo.
Rombongan wisatawan sempat mengunjungi Pulau Kalong untuk menikmati pemandangan alam dan satwa khas kawasan tersebut.
Setelah itu, kapal melanjutkan perjalanan menuju Pulau Padar, yang menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan untuk kegiatan trekking dan menikmati panorama perbukitan.
Namun, dalam perjalanan menuju Pulau Padar, kapal wisata tersebut mengalami musibah dan akhirnya tenggelam.
Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.
Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama unsur terkait langsung melakukan operasi pencarian dan penyelamatan sejak hari kejadian.
Hingga hari kedua pencarian, Sabtu (27/12), tim SAR telah menyisir area sejauh lima nautical mile dari lokasi kejadian.
Kepala Kantor Basarnas Maumere, Fathur Rahman, mengatakan bahwa proses pencarian terhadap korban yang belum ditemukan masih terus dilakukan.
Menurutnya, sejumlah korban yang masih dalam pencarian merupakan warga negara asing (WNA) asal Spanyol.
“Pencarian terhadap empat korban yang merupakan warga negara asing asal Spanyol masih terus dilakukan,” ujar Fathur Rahman dalam keterangan resmi.
Ia menambahkan bahwa operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada hari ketiga, yakni Minggu (28/12), dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk tim penyelam dan armada laut.


