Ia optimistis, sinergi ini akan mendorong terjadinya pertemuan basis penggemar, di mana pendukung sepak bola mulai mengikuti basket, dan sebaliknya.
“Kalau fan bola jadi fan basket juga, kandang akan terasa semakin penuh. Ke depan, ini juga bisa mendorong dukungan pemerintah daerah untuk fasilitas yang lebih besar,” ujarnya.
Terkait durasi kerja sama, Andiko menegaskan kolaborasi Pelita Jaya dan Persija tidak dibatasi waktu tertentu. Selama kedua klub masih berbasis di Jakarta, kerja sama tersebut akan terus berjalan sebagai bagian dari kepemilikan publik.
“Selama Pelita Jaya ada di Jakarta dan Persija ada di Jakarta, kolaborasi ini tidak ada jangka waktunya. Ini milik rakyat Jakarta. Harapannya, dua-duanya bisa menjadi juara di liganya masing-masing,” tegasnya.
Andiko juga menyoroti karakter fanbase Jakarta yang besar dan fanatik, namun selama ini belum sepenuhnya terhubung lintas cabang olahraga. Melalui kolaborasi PJxPersija, ia berharap muncul rasa memiliki yang lebih kuat terhadap klub-klub olahraga Jakarta.
“Sepak bola dan basket adalah dua olahraga yang paling digemari di DKI Jakarta. Kalau fanbase-nya menyatu, efeknya akan sangat besar. Dukungan dan doa masyarakat Jakarta akan menjadi energi tambahan bagi kami,” katanya.
Dari pihak Persija Jakarta, Deputy Chief Financial Officer Persija, Rinaldo, menilai kolaborasi ini memberi manfaat strategis bagi kedua klub dan berdampak positif bagi perkembangan olahraga di Jakarta secara umum.
“Selain prestasi, komitmen utamanya adalah membangun sport entertainment dari kedua belah pihak,” ujar Rinaldo.


