Pemerintah Ajak Umat Jaga Persatuan Jika Ada Perbedaan Awal Ramadan

“Berdasarkan kaidah keagamaan dan kaidah ilmiah yang telah didiskusikan bersama, hilal tidak memungkinkan terlihat karena posisinya masih minus,” kata Marwan.

Ia menekankan, perbedaan metode dalam penetapan awal bulan Hijriah tidak boleh menjadi alasan perpecahan. Menurutnya, semangat saling menghargai justru harus diperkuat, terutama di awal Ramadan.

“Perbedaan jangan membuat kita tercerai-berai. Mari saling menghargai dan memperbanyak amal ibadah,” ujarnya.

Marwan menambahkan, Komisi VIII DPR RI mendukung langkah Menteri Agama untuk terus mempertemukan berbagai pendekatan penetapan awal bulan Hijriah, termasuk wacana kalender global, demi terciptanya kebersamaan umat di masa mendatang.

Sidang Isbat tersebut turut dihadiri Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Dirjen Bimas Islam, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, serta perwakilan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Badan Riset dan Inovasi Nasional, Badan Informasi Geospasial, dan Planetarium Jakarta.

Baca Juga :   SDN Ngagel Rejo I dan SDN Ketabang I Juara Seri 1 MilkLife Soccer Challenge 2024

Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama juga memaparkan hasil pengamatan serta perhitungan posisi hilal dari seluruh wilayah Indonesia sebagai dasar pengambilan keputusan pemerintah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

Subscribe

spot_img

Popular

More like this
Related

Turnamen Biliar Siwo Jaya 2026 Sediakan Hadiah Uang Rp15 Juta

JAKARTA,TERMINALNEWS.CO -- Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) Persatuan Wartawan Indonesia...

Rapat Dengan DPR, Menkop Tekankan Poin Penting RUU Perkoperasian

JAKARTA, TERMINALNEWS.CO - Pemerintah menyatakan komitmen penuh untuk merombak...

Piknik Asik 2026 Jadi Ajang Kolaborasi Mahasiswa Pecinta Alam dan Wartawan untuk Penghijauan

BOGOR, TERMINALNEWS.CO - Kepedulian terhadap kelestarian alam terus digaungkan...