Keputusan I.League untuk mengosongkan kalender di bulan Oktober diyakini memberi keuntungan besar.
Pelatih timnas akan memiliki lebih banyak kesempatan menggelar pemusatan latihan, uji coba internasional, hingga membangun chemistry skuad.
“Persiapan yang matang adalah kunci. Tanpa dukungan liga dan klub, mustahil timnas bisa tampil maksimal,” kata Ferry.
Untuk menjaga keterbukaan, I.League menegaskan seluruh informasi resmi terkait perubahan jadwal akan dipublikasikan melalui kanal resmi mereka.
Update terbaru bisa diakses oleh klub, suporter, hingga media massa secara transparan.
Sistem manajemen pertandingan juga telah disesuaikan agar tidak menimbulkan kebingungan.
Dengan demikian, baik penonton di stadion maupun pemirsa televisi dapat tetap menikmati jalannya kompetisi tanpa kendala berarti.
Ferry menekankan, sinergi antara liga dan timnas tidak hanya berlaku untuk momen kali ini.
Ke depan, I.League berkomitmen menjaga komunikasi intensif dengan federasi sepak bola nasional, klub, dan pihak terkait demi menciptakan ekosistem sepak bola yang sehat.
“Ini adalah bukti nyata bahwa kepentingan nasional bisa berjalan seiring dengan kepentingan klub dan liga. Kami ingin menjadikan kompetisi domestik tidak hanya sebagai tontonan, tetapi juga sebagai penopang prestasi internasional,” pungkasnya.
Dengan adanya penyesuaian jadwal ini, publik diharapkan semakin solid dalam mendukung langkah timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2026.
Harapan besar kini tertuju pada skuad Garuda agar mampu menorehkan sejarah baru di kancah sepak bola internasional.


