Penamaan Kekal Yang Sementara memang kontradiktif, tapi secara pemaknaan judul tersebut berusaha menggambarkan bahwa perasaan yang kita miliki terhadap seseorang itu akan kekal sampai kapan pun meskipun kebersamaannya hanya sementara.

Nah, berbicara tentang focus track yang telah disebut di atas “Berjalan Tanpamu”, sesuai judulnya, lagu ini bercerita tentang perjalanan cinta yang akhirnya tidak bisa disatukan hingga berakhir dengan kesedihan, walaupun hidup harus tetap berjalan, tanpanya.
Di lagu ini, Nabila Taqiyyah dibantu oleh Caturadi Septembrianto sebagai songwriter dan dan S/EEK sebagai produsernya.
Aransemennya dibikin begitu minimalis, namun nuansa kesenduan dan kesedihan sangat dirasa. Nada-nada yang disajikan begitu menyayat hati bila diresapi lebih dalam.
Kembali ke albumnya, ini menjadi salah satu paket terbaik untuk sebuah album cinta dengan dibungkus nuansa kesedihan namun tetap dengan vibes yang positif terhadap isi pesan yang ingin disampaikan di setiap lagunya.
Nabila Taqiyyah berharap melalui lagu-lagu di album Kekal Yang Sementara ini, pendengarnya dapat menyadari bahwa rasa kecewa, sedih, dan marah yang muncul karena putus cinta adalah hal yang wajar dan dilalui oleh semua orang sehingga hidup tidak seharusnya berhenti karena hal itu.

“Ada banyak hal-hal positif lain di luar sana yang bisa kita lakukan daripada fokus dengan perasaan putus cinta yang kita alami. Dan, album ini menjadi representasi dari hal tersebut,” harap nya.
Daripada makin penasaran, album ini sudah bisa kalian dengarkan di semua platform layanan musik digital kesukaan kalian. Siapkan tisu saat mendengarnya, mungkin saja kalian akan larut dalam suasananya. Selamat menikmati. (DaBon)


