Memasuki babak kedua, Arema FC langsung tampil agresif. Baru dua menit laga berjalan, Joel Vinicius nyaris membawa tim tamu unggul lewat sepakan jarak dekat. Namun, Carlos Eduardo tampil sigap untuk menjaga gawang Persija tetap aman.
Pada menit ke-50, Arema mendapat kesempatan melalui tendangan bebas Fabio Calonego. Sayang, bola hasil sepakannya masih melambung tipis di atas mistar gawang. Persija mencoba keluar dari tekanan dan mulai meningkatkan intensitas serangan.
Menit ke-60, Dony Tri Pamungkas melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, tetapi kembali digagalkan Adi Satryo. Semenit berselang, giliran bek asing Persija, Thales Lira, yang mendapat peluang melalui sundulan akurat. Namun, Adi Satryo kembali tampil gemilang dengan penyelamatan krusial.
Persija sempat bersorak pada menit ke-77 ketika Gustavo berhasil membobol gawang Arema. Namun, gol tersebut dianulir wasit setelah asisten wasit mengangkat bendera tanda offside dalam proses terjadinya gol. Keputusan tersebut membuat tempo permainan semakin memanas.
Alih-alih mencetak gol pembuka, Persija justru kecolongan pada menit ke-82. Gabriel Silva melakukan aksi individu brilian dengan menggiring bola dari tengah lapangan, melewati Fabio Silva dan Rizky Ridho, sebelum melepaskan tembakan terukur ke sudut kanan bawah gawang Persija. Carlos Eduardo tidak mampu menjangkau bola, dan Arema unggul 1-0.
Tertinggal satu gol, Persija berusaha meningkatkan tekanan di sisa waktu pertandingan. Namun, Arema tampil tenang dan disiplin dalam bertahan sambil menunggu peluang serangan balik.


