Emma menambahkan, kolaborasi dengan ERIA akan membantu Pertamina memperoleh dukungan riset kebijakan, analisis ekonomi energi yang komprehensif, hingga penguatan kapasitas institusi guna mendukung strategi bisnis jangka panjang perusahaan.
Selain penandatanganan MoU dengan ERIA, Pertamina Group juga menandatangani sejumlah kerja sama lain, di antaranya JSA CCS Amonia antara Pertamina, Pertamina Hulu Energi, PGN, dan Pupuk Indonesia, serta HoA CCS Asri Basin antara PHE dan Exxon.
ERIA sendiri merupakan lembaga think tank internasional yang berdiri sejak 2007 dengan fokus kajian ekonomi dan kebijakan kawasan ASEAN serta Asia Timur. Lembaga ini didukung penuh oleh Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (METI) dan dikenal luas dalam kajian kebijakan energi regional.


