Fadil Imran dalam sambutannya menegaskan pentingnya kerja sama ini sebagai bagian dari diplomasi olahraga.
Ia mengatakan bahwa bulutangkis bukan hanya soal persaingan di lapangan, tetapi juga medium untuk membangun persahabatan antarbangsa.
“Olahraga bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang membangun persahabatan, saling belajar, dan menginspirasi satu sama lain. Kami berharap kunjungan ini menjadi langkah awal dari kerja sama yang lebih erat, yang tidak hanya memperkuat hubungan olahraga, tetapi juga mengukuhkan persahabatan antara Indonesia dan Rusia,” kata Fadil.
Menurut Fadil, Indonesia berkomitmen mendukung perkembangan olahraga bulutangkis di tingkat global, tanpa membedakan latar belakang negara mana pun.
Ia menyebut bahwa Indonesia siap berbagi ilmu dan pengalaman demi kemajuan bersama.
“Kehadiran kami di sini merupakan bentuk dukungan global terhadap olahraga bulutangkis. Siapapun itu kami tidak pandang bulu, semuanya kami dukung untuk berbagi ilmu. Kami berkomitmen untuk berperan aktif agar bulutangkis semakin baik dan terus dilestarikan di seluruh dunia,” ujarnya.
Agenda kunjungan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Rusia dalam bidang olahraga, yang telah ditandatangani dalam pertemuan bilateral pada April 2025.
Pertemuan tersebut mempertemukan Presiden RI Prabowo Subianto dan First Deputy Minister Rusia, Denis Manturov, dengan Menpora RI Dito Ariotedjo sebagai saksi.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Fadil Imran dan Taufik Hidayat juga menghadiri Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF) 2025.


