Saat ini, Priska masih menetap di Tiongkok untuk mengikuti turnamen lanjutan, sementara Janice akan kembali bertanding di ITF W35 Andong, Korea Selatan. Keduanya berkomitmen untuk terus menjaga konsistensi performa sepanjang musim 2025.
Melihat performa terkini keduanya, persaingan menuju SEA Games 2025 yang akan berlangsung di Thailand diprediksi berlangsung sangat menarik, khususnya di sektor tunggal putri. Selain Priska dan Janice, turnamen regional dua tahunan itu juga akan menghadirkan nama-nama kuat dari kawasan Asia Tenggara.
Salah satu rival utama adalah bintang muda Filipina, Alexandra Eala, yang saat ini berada di sekitar peringkat 60 dunia versi WTA. Selain itu, Thailand akan menurunkan dua pemain andalannya, yakni Lanlana Tararudee (peringkat 180 WTA) dan Mananchaya Sawangkaew (peringkat 109 WTA).
Dengan pencapaian yang terus meningkat, baik Priska maupun Janice dinilai mampu bersaing di level yang lebih tinggi. Keberhasilan menembus 300 besar dunia membuka peluang bagi keduanya untuk tampil di turnamen dengan level hadiah dan poin yang lebih besar, seperti ITF W60 atau W100, bahkan turnamen kualifikasi WTA.
Federasi Tenis Indonesia (Pelti) pun berharap kebangkitan Priska dan konsistensi Janice dapat menjadi inspirasi bagi para atlet muda lainnya, sekaligus memperkuat skuat nasional menjelang berbagai agenda penting, termasuk SEA Games dan Asian Games mendatang.
Sejauh ini, Priska dikenal sebagai salah satu talenta terbaik tenis Indonesia dalam satu dekade terakhir. Ia pernah menorehkan prestasi sebagai juara ganda putri Australian Open Junior 2020, serta menjadi andalan Indonesia di berbagai kejuaraan internasional usia muda maupun senior.


