Forum ini disebut tidak terbatas untuk negara-negara muslim saja, tetapi terbuka pula bagi negara-negara yang penduduknya mayoritas non-muslim apabila hendak bergabung. Tujuan dibentuknya forum ketua parlemen itu adalah untuk membantu kemerdekaan Palestina.
Selain isu Palestina, Puan menyinggung tentang isu pemberantasan kejahatan transasional dan terorisme dalam pertemuannya dengan Numan Kurtulmus.
“Dalam konteks hubungan bilateral antara kedua negara, saya mendorong peningkatan beberapa agenda strategis, termasuk kerja sama dalam pemberantasan kejahatan transnasional dan pemberantasan terorisme,” kata cucu Bung Karno tersebut.
Puan menekankan DPR berkomitmen terus mendukung kerja sama bilateral Indonesia dan Turki, terutama kerja sama antar parlemennya. Pasalnya Indonesia dan Turki memiliki hubungan bilateral yang solid dan terus berkembang.
“Harapan kami agar Turki mendukung Indonesia untuk mencapai cita-cita Indonesia Emas 2045, yaitu agar Indonesia menjadi negara maju tahun 2045, 100 tahun dari kemerdekaan Indonesia,” jelas Puan.
Mantan Menko PMK ini juga mendukung berbagai peningkatan kerja sama Turki dan Indonesia di sejumlah sektor lain. Di antaranya, disampaikan Puan, meliputi peningkatan perdagangan dan investasi kedua negara, peningkatan kerja sama bidang pertahanan dan keamanan, khususnya dalam konteks industri pertahanan strategis, serta peningkatan kerja sama sektor pariwisata.
“Saya mengundang lebih banyak wisatawan Turki berkunjung ke Indonesia. Selama ini wisatawan Indonesia sudah banyak berkunjung ke Turki,” sebut perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.


