“Deg-degan sedikit karena tidak ada pilot yang terlihat. Semua dikendalikan sistem. Tapi ini pengalaman luar biasa dan jadi bukti bahwa masa depan transportasi sudah ada di depan mata,” ujar Raffi usai mendarat.
Ia juga menilai bahwa teknologi taksi terbang ini berpotensi besar mendorong sektor pariwisata Indonesia, khususnya untuk destinasi eksklusif seperti Bali dan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Bayangkan pasangan berbulan madu bisa menikmati pemandangan Bali dari udara tanpa biaya semahal helikopter. Ini bukan hanya solusi transportasi, tapi juga daya tarik wisata masa depan,” tambahnya.
Teknologi dan Harapan untuk Anak Muda Indonesia
Raffi Ahmad menekankan pentingnya bagi anak muda Indonesia untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga ikut serta dalam pengembangan dan inovasinya.
Ia berharap kehadiran EHang 216-S dapat menjadi pemicu semangat generasi muda untuk lebih aktif terlibat di sektor teknologi dan penerbangan.
Dengan suksesnya uji coba ini, Indonesia secara resmi memasuki babak baru dalam ekosistem mobilitas udara urban.
Tak hanya sebagai alat transportasi, EHang 216-S membawa harapan besar akan efisiensi, keberlanjutan, dan masa depan transportasi cerdas di Tanah Air.


