“Jakarta harus menjadi kota global dengan daya saing ekonomi tinggi, tapi tetap inklusif. Karena itu, kita dorong inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan dalam setiap sektor,” jelasnya.
Tahun ini, Jakarta menjadi tuan rumah tujuh festival kreatif berskala besar, termasuk Indonesia Fashion Week, Jakarta Film Week, Jakarta Provoke, dan Indonesia World Dance Festival. Ajang-ajang tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Jakarta sebagai episentrum kegiatan ekonomi kreatif di Asia Tenggara.
Rano juga menyinggung rencana optimalisasi dana abadi kebudayaan untuk mendukung kegiatan kreatif lintas sektor, mulai dari film, musik, hingga seni pertunjukan. Dukungan pembiayaan dari sektor swasta juga akan diperluas agar industri kreatif tumbuh secara berkelanjutan.
“Kebudayaan itu ekosistem. Film, musik, dan fashion harus tumbuh bersama. Karena itu, kami akan memastikan setiap alokasi dana dapat mendorong kolaborasi lintas sektor,” tutupnya.|Foto : Istimewa


