Di tengah dinamika global, ia menyoroti kinerja ekonomi Jakarta yang tetap tumbuh 5,21 persen dengan kontribusi 16,61 persen terhadap perekonomian nasional. Dalam konteks ini, Bank Jakarta dinilai memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam menggerakkan roda ekonomi.
Bank Jakarta sendiri tengah memasuki fase akselerasi melalui sejumlah inisiatif strategis, termasuk 12 flame drivers sebagai penggerak transformasi untuk mencapai target laba bersih sebesar Rp1,001 miliar pada 2026, sebagaimana tertuang dalam rencana bisnis perusahaan.
“Saya percaya, dengan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang baik, Bank Jakarta mampu mencapai pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Rano.
Ia juga menekankan pentingnya implementasi nilai budaya perusahaan EPICC (Excellent, Professional, Integrity, Customer-Focused, Collaborative) agar tidak berhenti sebagai slogan, melainkan menjadi praktik kerja sehari-hari.
Menurutnya, kegiatan seperti ini bukan hanya memperkuat profesionalisme organisasi, tetapi juga menumbuhkan sisi humanis perusahaan dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
“Pemprov DKI Jakarta akan terus mendukung transformasi Bank Jakarta. Sinergi, inovasi, dan sikap adaptif harus terus dijaga untuk menghadapi tantangan ke depan,” pungkasnya.[*]


