Lebih lanjut Lukmanul Hakin juga menyatakan demo terhadap kekejaman Israel dilakukan sebagai respon terhadap Keputusan atau Fatwa MUI yang menyatakan produk Israel atau produk Perusahaan yang berafiliasi dan mendukung Israel diharamkan.
“Kita menindaklanjuti apa yang disampaikan oleh Pemerintah Pusat lewat Kementrian Luar Negeri yang memberikan kecaman yang luar biasa yang patut kita apresiasi. Dan yang kedua Majelis Ulama Indonesia Pusat memberikan Fatwa terkait dengan agresi Israel ke Palestina, salah satu didalamnya boikot produk Israel. Nah Desa Bantar Sari hadir memberikan sebuat aksi konkrit salah satu diantaranya adalah memberikan donasi Palestina sampai hari ini dari 2016 sampai hari ini sudah terhimpun dana hingga 280 juta yang berhasil dikumpulkan dari Masyarakan Bantar Sari,” tambah Lukmanul Hakim.
Selain itu aksi demo ini sebagai gambaran menyeluruh dari pesan warga desa Bantar Sari yang ingin membantu dan mengungkapkan isi hati mereka dalam mengecam tindakan sadis tantara Israel yang kini menyerang warga Gaza. Mereka menghimbau aksi pembunuhan hingga Genosida Zionis Israel hingga hari ini sudah mencapai 12 ribu warga Gaza harus dihentikan secepatnya.

Aksi demo kemudian dilanjutkan dengan merazia warung sekitar lokasi yang diduga menjual produk Israel atau produk perusahaan yang mendukung Israel. Semua produk baik pasta gigi, sabun cuci atau bumbu masak dan kecap, isinya kemudian dibuang ke selokan.
Sementara itu bungkusnya dibakar bersama bendera Israel di tepi jalan Desa. Tidak cukup hanya disitu para demonstran juga meletakkan bendera bendera Israel di tengah jalan raya untuk digilas kendaraan bermotor yang melintas dan diinjak injak oleh para demonstran dan pejalan kaki.


