UMKM juga memainkan peran penting dalam penyediaan pangan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto.
“UMKM berkontribusi besar pada penyediaan pangan untuk program MBG. Ini bukan hanya tentang gizi anak, tetapi juga penguatan ekonomi daerah,” katanya.
Asisten Deputi Bidang Pembiayaan dan Investasi Usaha Kecil Kementerian UMKM, Ali Manshur, menegaskan BISLAF 2025 menjadi salah satu strategi peningkatan akses pembiayaan melalui pendampingan menyeluruh.
“Pitch deck yang disusun peserta BISLAF dan pengalaman mempresentasikannya saat pitching day tidak hanya bertujuan memperoleh pembiayaan dari lembaga keuangan dan investor, tetapi juga menjadi modal penting bagi UMKM untuk membangun kerja sama bisnis di masa depan,” ujar Ali.
Ia menjelaskan lebih dari 600 UMKM pangan inovatif mengikuti proses seleksi melalui open call, rekomendasi dinas daerah, dan asosiasi UMKM. Sebanyak 110 UMKM telah menerima pendampingan intensif selama dua bulan sejak awal Oktober 2025.

Program BISLAF melibatkan sembilan investor, lembaga keuangan, dan mitra strategis, antara lain BNI, BRI, BSI, Mandiri, Shafiq, Amartha Mikro Fintech, serta sejumlah mitra Dapur SPPG seperti SPPG Suka Dami Cikarang, SPPG Kalasan 02, dan SPPG Mlati Sleman DIY.
Direktur INOTEK Foundation, Ivi Anggraeni, memaparkan hasil monitoring BISLAF menunjukkan peningkatan signifikan pada kesiapan usaha dan kedisiplinan pengelolaan keuangan peserta.


