Claresta Taufan, pemeran Sartika, mengungkapkan, karakternya adalah sosok ibu yang tangguh dan menyimpan semua perjuangannya sendiri. Sosok ibu yang mencari nafkah dan bertahan hidup untuk anaknya, sebuah situasi yang relevan dan dekat dengan banyak perempuan di Indonesia.
“Ada beberapa situasi dalam hidup yang sering hadir tanpa menyisakan pilihan selain bertahan. Perjalanan Sartika adalah salah satunya. Film ini bercerita tentang perempuan, pengorbanan, dan perjalanan menghidupi kehidupan. Lewat film ini, aku bisa merasakan bagaimana perjuangan perempuan dan ibu, yang berjuang untuk diri dan keluarganya,” kata Claresta Taufan.

Christine Hakim, pemeran Maya, juga mengungkapkan, salah satu tantangan dari produksi ini adalah latar syuting, yang menurutnya berat dan membutuhkan mental dan fisik yang kuat.
“Meski secara produksi berat, suasana syuting tetap terasa menyenangkan dan ringan. Ini menunjukkan Reza adalah seniman multitalenta dengan leadership yang kuat dan mampu menciptakan atmosfer kerja yang sangat nyaman untuk kita semua. Kami sadar, perjalanan film Pangku baru dimulai dan Busan akan menjadi awal dari perjalanan panjang film ini. Semoga film ini bisa memberi warna yang berbeda untuk kemajuan industri perfilman Indonesia,” kata Christine Hakim.
Film Pangku diproduksi oleh Gambar Gerak, rumah produksi yang didirikan Reza Rahadian dan Arya Ibrahim, yang juga menjadi produser di film ini. Arya memproduseri film Pangku bersama Gita Fara dan Skenarionya ditulis oleh Reza


