Menjelang akhir pertandingan, tiga tim asal Vietnam—GOW, Heavy, dan P Esports—tampil agresif dengan merebut tiga Booyah berturut-turut.
Namun, All Gamers Global (Thailand) menutup hari pertama di puncak klasemen dengan 79 poin, diikuti Fluxo (78 poin) dan Team Falcons (71 poin).
Hari kedua menjadi momentum debut dua tim Indonesia, RRQ Kazu dan EVOS Divine. RRQ Kazu tampil percaya diri dengan Booyah di game pertama setelah menyingkirkan Fluxo, Nova Legion (LATAM), dan E1 (Brasil).
Meski gagal meraih Booyah tambahan, konsistensi poin membuat RRQ menutup hari di posisi kelima dengan 79 poin harian.
Sebaliknya, EVOS Divine belum mampu menampilkan performa terbaik. Tanpa satu pun Booyah, tim berjuluk Macan Putih itu hanya mengumpulkan 46 poin, menempatkan mereka di posisi kesembilan klasemen harian.
“Performa kami belum stabil karena masih menyesuaikan dengan META baru,” ujar Rasyah Rasyid, pemain EVOS Divine. “Namun kami berkomitmen bangkit di pekan kedua. Target kami tetap lolos ke Grand Finals dan tampil di Indonesia Arena.”
Pada hari terakhir (2 November), laga mempertemukan Grup A dan B berlangsung sengit.
Tim P Esports (Vietnam) tampil mengejutkan dengan permainan agresif, mencetak 61 eliminasi dan satu Booyah, menutup hari dengan 110 poin—tertinggi sepanjang pekan pertama.
Sementara itu, RRQ Kazu mempertahankan konsistensi lewat dua kali Booyah di game pertama dan kelima.
Mereka fokus pada placement points dan permainan taktis, sehingga menutup pertandingan dengan 94 poin harian, yang mengantarkan mereka ke posisi runner-up klasemen umum dengan 173 poin—hanya terpaut 5 poin dari Fluxo di puncak.


