Berikut 3 langkah untuk para kepala keluarga menjaga ketahanan finansial dalam menghadapi risiko jangka panjang:
1. Pahami dan analisa potensi kerugian
Langkah pertama yang perlu diambil adalah melakukan analisis terhadap potensi kerugian pada finansial.
Misalnya saja adanya potensi anak menjadi generasi sandwich apabila orang tua tidak memiliki dana pensiun dan asuransi kesehatan, atau bisa juga keluarga tidak memperhitungkan pengeluaran bulanan, hutang, dari sumber pendapatan yang dimiliki secara rinci.
Setelah memahami potensi kerugian, para kepala keluarga dapat merencanakan langkah mitigasi risiko seperti jika terdapat risiko kehilangan pekerjaan atau pengeluaran mendadak untuk kesehatan.
Analisa ini bukan hanya menyiapkan ketahanan finansial dimasa mendatang tetapi juga
menciptakan siklus positif untuk memutus rantai beban yang sering kali diwariskan dari generasi ke generasi.
2. Identifikasi dan kalkulasi kebutuhan hidup
Langkah kedua, menghitung jumlah aset yang dimiliki seperti tabungan, investasi, dan properti serta mengkalkulasikan kebutuhan hidup, temasuk biaya kesehatan, pendidikan anak, dan pengeluaran sehari-hari akan memberikan gambaran yang jelas mengenai seberapa besar dana yang diperlukan untuk menjaga kualitas hidup.
Idealnya setiap keluarga telah memiliki alokasi pos-pos dana. Langkah paling mudah menggunakan metode 50/30/20.
Artinya, 50% dialokasikan untuk kebutuhan pokok seperti tempat tinggal, makan, transportasi, dan asuransi. Untuk asuransi diupayakan tidak lebih dari 10% penghasilan.


