Yerzi juga mengingatkan agar Pengprov-pengprov diberi kesempatan menggelar event panjat tebing tingkat nasional ataupun internasional untuk mendorong pembangunan sarana dan prasarana di daerah yang lebih berkualitas.
“Selama ini fasilitas panjat tebing jauh dari memadai. Pelaksanaan event nasional di daerah sekaligus membuat kami di daerah punya fasilitas panjat tebing memadai,” tambah Yerzi.
Penyelenggaraan event nasional di daerah juga akan menggairahkan pembinaan di daerah dan akan memunculkan bibit-bibit baru dari daerah.
Di PON nanti, pengurus baru juga harus mempersiapkan speed world record berstandar internasional agar jika ada rekor yang tercipta di PON bisa diakui dunia.
Hal senada disampaikan Imam Subekti, Ketua Umum FPTI Sulawesi Selatan.
Komunikasi ke daerah, terutama ke kawasan timur Indonesia, saat ini tidak berjalan dengan baik.
“Padahal seharusnya ada sinergi yang baik antara daerah dan pusat agar prestasi bisa melesat,” tegas Imam Subekti. “Kami di daerah butuh dukungan dan perhatian. Mekanisme organisasi harus berjalan.”
Sementara itu, I Putu Yudi Atmika, Ketua Pengprov FPTI Bali, juga tak mempermasalahkan Riau mendorong Ridho sebagai calon ketua umum baru.
Dia berharap ada figur lain yang ikut mencalonkan diri untuk melihat visi dan misi para calon.
.
Selain itu, menurut Yudi, ketua umum baru FPTI Pusat nanti, harus melakukan komunikasi dengan baik. “Jangan tiba-tiba kami harus menerima kebijakan dari pusat tanpa tahu menahu prosesnya,” ungkap Yudi.
Baik Rudi, Yerzi, Imam, mapun Yudi, menegaskan, prestasi atlet panjat tebing Indonesia di tingkat internasional bukan semata hasil kerja pengurus di bawah kepemimpinan Yeni Wahid.


