“Dalam sebulan dikumpulkan, sebagian digunakan untuk transport pelatih, dan akhirnya bisa mengadakan kegiatan Jumat Berkah ini. Selain itu, ada juga rekan dekat yang ikut berpartisipasi,” ujarnya.
Ferry berharap, Sans Souci dapat terus menjadi wadah bagi anak-anak disabilitas untuk berkembang, sekaligus menjaga dan mengangkat nilai-nilai budaya.
Sementara itu, salah satu orang tua peserta, Mamah Fadel, mengaku senang anaknya dapat terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut agar anak-anak terbiasa untuk berbagi.
Kegiatan Jumat Berkah ini berlangsung dengan lancar dan selesai dalam waktu singkat. Aksi sederhana tersebut menjadi bukti bahwa semangat kepedulian sosial dapat dilakukan oleh siapa saja, tanpa terkecuali.[*]


