Selain itu, pemerintah daerah juga mengalokasikan anggaran beasiswa sebesar Rp19,49 miliar bagi 2.999 mahasiswa.
Rinciannya, 2.624 mahasiswa jenjang S1, 303 mahasiswa S2, dan 10 mahasiswa S3.
Menurut Ikram, kebijakan tersebut ditujukan untuk memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Halmahera Tengah dalam jangka panjang.
Sementara di bidang kesehatan, capaian Pelayanan Kesehatan Gratis (PKG) hingga 29 Desember 2025 mencapai 71,91 persen.
Angka ini menjadi yang tertinggi di Provinsi Maluku Utara dan melampaui target nasional.
Pemerintah daerah juga mencatat keberhasilan signifikan dalam upaya percepatan penurunan stunting.
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Halmahera Tengah menurun drastis dari 29,5 persen pada 2024 menjadi 14,7 persen pada 2025.
Sementara itu, data Sistem Informasi Gizi Kesehatan Ibu dan Anak (SIGIZI KESGA) Kementerian Kesehatan RI menunjukkan prevalensi stunting di daerah tersebut berhasil ditekan hingga 2,80 persen pada 2025.
Sepanjang tahun 2025, pelayanan kesehatan gratis telah menjangkau 111.822 jiwa.
Jumlah tersebut terdiri dari 81.552 pasien rawat jalan di puskesmas, 1.260 pasien rawat inap puskesmas, serta 29.010 pasien rawat jalan di RSUD Weda.
Untuk menunjang layanan kesehatan tersebut, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp7,4 miliar.
Hingga Desember 2025, realisasi anggaran mencapai Rp4,08 miliar, termasuk pembiayaan rujukan pasien ke Ternate, Tidore, Tobelo, Manado, Makassar, hingga Jakarta.


