“Aku langsung mikir, ‘Wah, dia cantik banget, suaranya juga bagus,’” kenang Fita sambil tertawa.
Sheila Dara kemudian mengungkap alasan hubungan mereka tetap dekat hingga sekarang. Menurutnya, persahabatan mereka bertahan justru karena tidak dipenuhi tuntutan berlebihan.
“Menurut aku pribadi, untuk menjaga pertemanan itu less effort is better. Jadi semuanya terasa effortless,” ujar Sheila.
Obrolan siang itu kemudian berkembang menjadi refleksi tentang perempuan dan berbagai peran yang dijalani dalam hidup. Fita Anggriani yang kini juga menjalani peran sebagai ibu mengaku proses tersebut membuat dirinya semakin utuh sebagai pribadi.
“Menjadi ibu justru membuatku lebih berani dalam karier, karena kita tahu untuk siapa kita berjuang,” katanya.
Sementara itu, Sheila Dara mengaku cara pandangnya terhadap fashion ikut berubah seiring bertambahnya usia dan pengalaman hidup. Jika dulu dirinya cenderung mengikuti tren tanpa banyak pertimbangan, kini ia lebih memilih gaya yang benar-benar merepresentasikan identitas pribadinya.
“Kalau sekarang, aku lebih bisa memilah mana yang memang sesuai dengan core identity aku,” ujar Sheila.
Menariknya, koleksi ini juga menjadi lini childrenswear pertama Cecilie Bahnsen. Inspirasi tersebut lahir dari kedekatannya dengan para keponakan, menghadirkan koleksi anak perempuan dengan detail yang selaras dengan lini dewasa.
Bagi Fita Anggriani, hal itu terasa sangat personal karena mengingatkannya pada sang putri, Emma, yang kini mulai memiliki selera fashion sendiri.


